Rabu, 7 Oktober 2026 Redaksi Pedoman Media Siber Kontak
#Topik: Pilkades 2026 Kekeringan Karhutla Stunting Miras Ilegal

84 Anak di Kawali Alami Stunting, Sadananya Tembus 95,8 Persen: Seberapa Serius Ciamis Melawan Balita Pendek?

Terbit: 25 September 2026 Penulis: Redaksi Fakta Hangat Kategori: Daerah

CIAMIS — Stunting, atau kondisi anak yang tumbuh lebih pendek dari standar usianya akibat kekurangan gizi kronis, kembali menjadi sorotan di Kabupaten Ciamis. Sepanjang akhir Agustus hingga pertengahan September 2026, persoalan ini dibahas di sejumlah rapat lintas sektor tingkat kecamatan. Datanya memperlihatkan dua sisi: ada wilayah yang capaian penanganannya hampir sempurna, ada pula yang masih mencatat puluhan anak stunting.

Potret Stunting di Empat Kecamatan

TanggalWilayahTemuan
24 AgustusKecamatan SadananyaCapaian penanganan stunting 95,8 persen, dinilai sangat baik
1 SeptemberKecamatan CisagaRembug stunting tingkat kecamatan, evaluasi program dan penguatan koordinasi
15 SeptemberDesa Girimukti, CisagaPolres Ciamis memonitor langsung kasus stunting di desa
16 SeptemberKecamatan Kawali84 anak stunting, terbanyak di wilayah Puskesmas Kawalimukti (47 anak)

Kawali: 84 Anak, Winduraja Jadi Sorotan

Angka paling mencolok muncul dari Rapat Koordinasi Kecamatan Kawali pada 16 September 2026. Tercatat 84 anak mengalami stunting di kecamatan ini. Sebanyak 47 anak berada di wilayah kerja Puskesmas Kawalimukti, dan 14 di antaranya berasal dari Desa Winduraja. Rapat yang sama juga membahas krisis air bersih di Dusun Karangmulya, turunnya produksi ikan nila, dan kebakaran lahan yang terus berulang.

Keterkaitan masalah-masalah ini bukan kebetulan. Air bersih dan sanitasi yang buruk meningkatkan risiko infeksi pada anak, dan infeksi yang berulang membuat penyerapan gizi terganggu. Karena itu, krisis air bersih selama kemarau, seperti yang kami rangkum dalam laporan peta kekeringan Ciamis 2026, ikut menjadi ancaman bagi tumbuh kembang anak.

Sadananya: Hampir Tuntas, tapi CKG Masih Rendah

Kabar lebih baik datang dari Kecamatan Sadananya. Dalam Lokakarya Mini Lintas Sektoral Tribulan III pada 24 Agustus 2026, capaian penanganan stunting di kecamatan ini disebut telah mencapai 95,8 persen, dengan intervensi yang dinilai berjalan sangat baik. Namun, forum yang sama mencatat capaian Cek Kesehatan Gratis (CKG) baru sekitar 8 persen dan perlu dipercepat.

Cisaga: Rembug Stunting dan Program AB3

Di Kecamatan Cisaga, Rapat Koordinasi Evaluasi Rembug Stunting digelar di Aula Puskesmas Cisaga pada 1 September 2026. Camat Cisaga Osep Hernandi menekankan pentingnya koordinasi antara kecamatan, desa, tenaga kesehatan, dan pihak terkait. Rapat dihadiri Kapolsek, Danramil, para bidan desa, serta kasi pelayanan se-kecamatan.

Kapolsek Cisaga AKP Misman Asep Zaenal memperkenalkan pendekatan AB3, yakni Ada, Berpikir, Berbuat, dan Bermanfaat, untuk mendorong semua pihak hadir, mencari solusi, bertindak nyata, dan memberi manfaat langsung bagi warga. Dua pekan kemudian, Polres Ciamis turun memonitor kasus stunting di Desa Girimukti, Kecamatan Cisaga.

Mengapa Stunting Harus Dicegah Sejak Dini

Stunting tidak hanya soal tinggi badan. Anak yang mengalami stunting berisiko memiliki daya tahan tubuh lebih lemah dan perkembangan otak yang terhambat, yang dampaknya bisa terbawa hingga dewasa. Periode paling menentukan adalah 1.000 hari pertama kehidupan, sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.

Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan keluarga:

  • Rutin memeriksakan kehamilan dan memenuhi gizi ibu hamil.
  • Memberikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama.
  • Memberikan makanan pendamping ASI yang bergizi seimbang setelah usia enam bulan.
  • Datang ke posyandu setiap bulan untuk menimbang dan mengukur tinggi badan anak.
  • Melengkapi imunisasi dan menjaga kebersihan air serta lingkungan rumah.

Penanganan stunting di Ciamis melibatkan banyak pihak, dari puskesmas, kader posyandu, pemerintah desa, hingga TNI dan Polri. Faktahangat.com akan terus memantau perkembangan angka stunting di setiap kecamatan.

Berita Terkait