45 Tahun Berdiri, Desa Raksabaya Cimaragas Gelar Syukuran Besar-besaran, Begini Suasananya
Desa Raksabaya, Cimaragas, Ciamis peringati Hari Jadi ke-45 dengan upacara syukuran, dihadiri Camat, Kapolsek, dan...
CIAMIS — Stunting, atau kondisi anak yang tumbuh lebih pendek dari standar usianya akibat kekurangan gizi kronis, kembali menjadi sorotan di Kabupaten Ciamis. Sepanjang akhir Agustus hingga pertengahan September 2026, persoalan ini dibahas di sejumlah rapat lintas sektor tingkat kecamatan. Datanya memperlihatkan dua sisi: ada wilayah yang capaian penanganannya hampir sempurna, ada pula yang masih mencatat puluhan anak stunting.
| Tanggal | Wilayah | Temuan |
|---|---|---|
| 24 Agustus | Kecamatan Sadananya | Capaian penanganan stunting 95,8 persen, dinilai sangat baik |
| 1 September | Kecamatan Cisaga | Rembug stunting tingkat kecamatan, evaluasi program dan penguatan koordinasi |
| 15 September | Desa Girimukti, Cisaga | Polres Ciamis memonitor langsung kasus stunting di desa |
| 16 September | Kecamatan Kawali | 84 anak stunting, terbanyak di wilayah Puskesmas Kawalimukti (47 anak) |
Angka paling mencolok muncul dari Rapat Koordinasi Kecamatan Kawali pada 16 September 2026. Tercatat 84 anak mengalami stunting di kecamatan ini. Sebanyak 47 anak berada di wilayah kerja Puskesmas Kawalimukti, dan 14 di antaranya berasal dari Desa Winduraja. Rapat yang sama juga membahas krisis air bersih di Dusun Karangmulya, turunnya produksi ikan nila, dan kebakaran lahan yang terus berulang.
Keterkaitan masalah-masalah ini bukan kebetulan. Air bersih dan sanitasi yang buruk meningkatkan risiko infeksi pada anak, dan infeksi yang berulang membuat penyerapan gizi terganggu. Karena itu, krisis air bersih selama kemarau, seperti yang kami rangkum dalam laporan peta kekeringan Ciamis 2026, ikut menjadi ancaman bagi tumbuh kembang anak.
Kabar lebih baik datang dari Kecamatan Sadananya. Dalam Lokakarya Mini Lintas Sektoral Tribulan III pada 24 Agustus 2026, capaian penanganan stunting di kecamatan ini disebut telah mencapai 95,8 persen, dengan intervensi yang dinilai berjalan sangat baik. Namun, forum yang sama mencatat capaian Cek Kesehatan Gratis (CKG) baru sekitar 8 persen dan perlu dipercepat.
Di Kecamatan Cisaga, Rapat Koordinasi Evaluasi Rembug Stunting digelar di Aula Puskesmas Cisaga pada 1 September 2026. Camat Cisaga Osep Hernandi menekankan pentingnya koordinasi antara kecamatan, desa, tenaga kesehatan, dan pihak terkait. Rapat dihadiri Kapolsek, Danramil, para bidan desa, serta kasi pelayanan se-kecamatan.
Kapolsek Cisaga AKP Misman Asep Zaenal memperkenalkan pendekatan AB3, yakni Ada, Berpikir, Berbuat, dan Bermanfaat, untuk mendorong semua pihak hadir, mencari solusi, bertindak nyata, dan memberi manfaat langsung bagi warga. Dua pekan kemudian, Polres Ciamis turun memonitor kasus stunting di Desa Girimukti, Kecamatan Cisaga.
Stunting tidak hanya soal tinggi badan. Anak yang mengalami stunting berisiko memiliki daya tahan tubuh lebih lemah dan perkembangan otak yang terhambat, yang dampaknya bisa terbawa hingga dewasa. Periode paling menentukan adalah 1.000 hari pertama kehidupan, sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan keluarga:
Penanganan stunting di Ciamis melibatkan banyak pihak, dari puskesmas, kader posyandu, pemerintah desa, hingga TNI dan Polri. Faktahangat.com akan terus memantau perkembangan angka stunting di setiap kecamatan.
Desa Raksabaya, Cimaragas, Ciamis peringati Hari Jadi ke-45 dengan upacara syukuran, dihadiri Camat, Kapolsek, dan...
CIAMIS — Kabar gembira bagi warga Kabupaten Ciamis yang ingin mengurus Surat Izin Mengemudi (SIM)....
CIAMIS — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-81 tingkat Kodim 0613/Ciamis...