Rabu, 7 Oktober 2026 Redaksi Pedoman Media Siber Kontak
#Topik: Pilkades 2026 Kekeringan Karhutla Stunting Miras Ilegal

63 Ribu Liter Air Sudah Dikirim, Krisis Belum Usai: Begini Peta Kekeringan Ciamis 2026

Terbit: 25 September 2026 Penulis: Redaksi Fakta Hangat Kategori: Daerah

CIAMIS — Musim kemarau 2026 membuat banyak warga Kabupaten Ciamis kesulitan air bersih. Sejak akhir Agustus, sumur warga di sejumlah desa mengering, dan truk tangki berulang kali keluar-masuk permukiman untuk mengantar air. Faktahangat.com merangkum penyaluran air bersih yang tercatat sepanjang 21 Agustus hingga 11 September 2026. Hasilnya, lebih dari 63.000 liter air sudah dikirim ke sedikitnya tujuh desa dan kelurahan.

Peta Penyaluran Air Bersih di Ciamis

Penyaluran dilakukan Polres Ciamis dan jajaran Polsek, sebagian besar bersama BPBD Kabupaten Ciamis. Berikut data yang tercatat redaksi:

TanggalLokasiPenerimaVolume
21 AgustusPonpes Al-Hasan, Desa Kawasen, Banjarsari±400 santri4.000 liter
22 AgustusDusun Cimandalasari, Kelurahan Benteng, CiamisWarga dusunMobil tangki BPBD
24 AgustusDesa Margajaya, Pamarican72 KK6.000 liter
27 AgustusDesa Margajaya, Pamarican (tahap II)100 KK8.000 liter
27 AgustusDesa Sidarahayu, Purwadadi916 KK10.000 liter
31 AgustusKelurahan Benteng, Ciamis132 KK (377 jiwa)5.000 liter
31 AgustusMusala Al-Ikhlas, Dusun Campaka, Wangunjaya, CisagaMusala dan warga sekitarKiriman Polres Ciamis
3 SeptemberDesa Margajaya, Pamarican2 masjid dan 15 KK2.000 liter
4 SeptemberDusun Karangmulya, Desa Karangpawitan, Kawali224 KK (658 jiwa)5.000 liter
6 SeptemberDesa Margajaya, Pamarican60 KKKendaraan Polsek
9 SeptemberDesa Margajaya, PamaricanDua dusun11.000 liter
11 SeptemberDusun Tamansari, Desa Kertahayu, Pamarican90 KK12.000 liter

Angka 63.000 liter itu baru dari penyaluran yang volumenya tercatat. Jumlah sebenarnya kemungkinan lebih besar.

Margajaya, Desa yang Paling Sering Dibantu

Dari seluruh lokasi, Desa Margajaya, Kecamatan Pamarican paling sering menerima bantuan. Dalam waktu sekitar dua pekan, desa ini menerima kiriman air setidaknya lima kali, terutama di Dusun Cimarga, Pasirangin, dan Margaasih. Pada 9 September, Polsek Pamarican bahkan menggandeng Perum Perhutani KPH Ciamis dan BPBD untuk mengirim 11.000 liter sekaligus.

Pola ini menunjukkan persoalan yang lebih dalam. Bantuan tangki hanya meredakan kebutuhan harian, sementara sumber air di wilayah tersebut belum cukup untuk menopang warga selama kemarau. Ulasan lengkap soal kondisi Pamarican bisa dibaca di laporan “Polisi Jadi Pemasok Air Bersih!”.

Sidarahayu dan Karangmulya: Ribuan Jiwa Terdampak

Dari sisi jumlah penerima, Desa Sidarahayu, Kecamatan Purwadadi, menjadi yang terbesar. Pada 27 Agustus, Kapolsek Lakbok IPTU Tri Widiyanto bersama BPBD menyalurkan 10.000 liter air kepada 916 KK di Dusun Pasungsari, Manganti, dan Talangbanteng. Sementara di Kawali, Kapolsek AKP Hj. Iis Yeni Idaningsih bersama BPBD dan Camat Kawali menyalurkan air ke lima RT di Dusun Karangmulya yang dihuni 658 jiwa.

Sumur Bor Wangunjaya: Dari Rencana hingga Mengalir

Di tengah bantuan yang sifatnya sementara, Dusun Campaka, Desa Wangunjaya, Kecamatan Cisaga, kini punya solusi jangka panjang. Begini perjalanannya:

  • 22 Agustus: Polsek Cisaga yang dipimpin AKP Misman Asep Zaenal mengecek lokasi rencana sumur bor, sekitar 120 meter dari masjid setempat.
  • 31 Agustus: Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar meninjau titik sumur bor di Musala Al-Ikhlas sekaligus menyalurkan air bersih.
  • 4 September: Pengeboran dimulai oleh CV Surya Tirta Laksana di atas lahan 14 m² hibah warga.
  • 14 September: Air sudah keluar, tetapi belum dialirkan ke rumah warga (baca laporannya).
  • 16 September: Sumur bor beroperasi dengan kedalaman 100 meter, debit 1,5 liter per detik, pompa 2 HP, toren 1.500 liter, dan jarak penyaluran 150 meter.

Pekerjaan rumah berikutnya adalah pengelolaan: siapa yang merawat sumur, bagaimana biaya listrik dan perbaikan ditanggung, dan apakah perlu iuran warga. Tanpa kejelasan itu, fasilitas yang sudah dibangun berisiko terbengkalai.

Tips Menghadapi Krisis Air Saat Kemarau

  • Tampung air bersih di wadah tertutup agar tidak tercemar dan tidak menjadi sarang nyamuk.
  • Prioritaskan air bantuan untuk minum dan memasak, dan rebus sebelum dikonsumsi.
  • Laporkan kekurangan air ke ketua RT, kepala dusun, atau Bhabinkamtibmas agar diteruskan ke BPBD.
  • Hemat pemakaian: gunakan ulang air bekas cucian sayur untuk menyiram tanaman.

BPBD Kabupaten Ciamis menyatakan penyaluran air bersih akan terus dilakukan berkala hingga musim kemarau berakhir. Faktahangat.com akan terus memantau perkembangannya.

Berita Terkait