Menteri Kependudukan RI Sambangi Ciamis, Langsung Kunjungi Rumah Keluarga Rawan Stunting Penerima Bantuan Rutilahu
Menteri Kependudukan/Kepala BKKBN RI Wihaji kunjungi Ciamis, tinjau program penurunan stunting dan sambangi keluarga rawan...
CIAMIS – Kantor DPRD Kabupaten Ciamis menjadi tujuan aksi unjuk rasa gabungan Mahasiswa Galuh Indonesia dan Forum Aspirasi Rakyat dan Mahasiswa Ciamis (FARMACI), Rabu (30/9/2026), mulai pukul 13.30 hingga 15.25 WIB. Aksi yang diikuti sekitar 16 orang massa ini dikoordinasi oleh Romi Aji Muharom, S.P., selaku Koordinator Lapangan (Korlap) aksi.
Aksi yang digelar dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional 2026 ini menyampaikan sejumlah tuntutan terkait reforma agraria, perlindungan lahan pertanian, hingga ketahanan pangan di Kabupaten Ciamis. Massa aksi diterima langsung oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Ciamis, Drs. H. Komar Hermawan, didampingi sejumlah anggota dewan lintas fraksi, di antaranya Dr. H. Toto Marwoto, M.Pd. (NasDem), Imam Dana Kurnia (PKB), Agus Rohimat dan Ir. Cecep Permadi (Gerindra), Ujang Haeruman (PPP), serta Sekretaris DPRD Dadang Mulyatna, S.Sos., M.Si.
Dalam orasinya, mahasiswa mendesak DPRD Kabupaten Ciamis menegakkan Reforma Agraria dan UU Pokok Agraria Nomor 5 Tahun 1960 sebagai arah kebijakan daerah yang terukur, transparan, dan berorientasi keadilan sosial. Massa juga menyuarakan penegakan Pasal 33 Ayat (3) UUD NRI 1945 bagi petani, serta implementasi UU Nomor 6 Tahun 2023 dan Perda Ciamis Nomor 2 Tahun 2024 guna mengawasi potensi alih fungsi dan fragmentasi lahan pertanian.
Selain itu, mahasiswa mendesak keterbukaan informasi publik atas kebijakan dan proyek pembangunan yang berpotensi memengaruhi lahan pertanian dan masyarakat agraris, penguatan program regenerasi petani, serta peningkatan akses generasi muda terhadap pendidikan pertanian, teknologi, modal, tanah, pasar, dan sarana produksi. Isu ketahanan, kedaulatan, dan kemandirian pangan turut didorong menjadi agenda permanen pembahasan kebijakan daerah.
Menanggapi tuntutan tersebut, pihak DPRD Kabupaten Ciamis menyampaikan bahwa persoalan musim kemarau dan kekeringan tidak hanya dirasakan petani, tetapi juga berdampak pada kebutuhan masyarakat secara umum. DPRD mengapresiasi kepedulian mahasiswa terhadap kondisi petani dan keberlangsungan sektor pertanian, serta menyatakan akan berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait untuk mengidentifikasi kondisi lapangan dan mencari solusi atas dampak kekeringan pada lahan pertanian.
DPRD juga berjanji mendorong dinas terkait mengambil langkah penanganan khususnya di wilayah yang kekurangan air untuk kebutuhan pertanian, serta menilai perlunya sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, kelompok tani, masyarakat, dan mahasiswa dalam menjaga keberlangsungan sektor pertanian sekaligus mengantisipasi dampak perubahan musim.
Aksi unjuk rasa yang berlangsung sekitar dua jam ini berjalan aman dan kondusif hingga selesai, tanpa ada gangguan keamanan maupun ketertiban yang berarti.
Menteri Kependudukan/Kepala BKKBN RI Wihaji kunjungi Ciamis, tinjau program penurunan stunting dan sambangi keluarga rawan...
Panitia dan tim sukses 3 bakal calon Kades Kertamandala, Ciamis sepakati kampanye damai serta aturan...
PPP Ciamis gelar Musancab maraton 22-24 Agustus 2026 di tiga dapil yang mencakup 13 kecamatan....