Rabu, 7 Oktober 2026 Redaksi Pedoman Media Siber Kontak
#Topik: Pilkades 2026 Kekeringan Karhutla Stunting Miras Ilegal

Duka Mendalam, Pimpinan Ponpes Miftahul Huda 27 Cipeteuy KH. Zaenal Arifin Berpulang, Kapolsek Cimaragas Langsung Bertaqziah

Terbit: 30 September 2026 Penulis: Redaksi Fakta Hangat Kategori: Daerah

CIAMIS – Kabar duka menyelimuti Kecamatan Cimaragas, Kabupaten Ciamis, menyusul wafatnya KH. Zaenal Arifin, pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Huda 27 Cipeteuy, Desa Raksabaya, Kecamatan Cimaragas, Rabu (30/9/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.

Mendapat kabar duka tersebut, Kapolsek Cimaragas IPDA Irman Arief Hilmansyah bergerak cepat mendatangi kediaman keluarga almarhum untuk menyampaikan bela sungkawa sekaligus melaksanakan taqziah, sebagai bentuk empati dan kepedulian jajaran kepolisian terhadap tokoh agama yang berpengaruh di wilayah hukumnya.

Dalam kunjungannya, Kapolsek Cimaragas menyampaikan ucapan duka cita mendalam mewakili institusi Polri kepada keluarga besar dan seluruh santri Ponpes Miftahul Huda 27 Cipeteuy atas kepergian KH. Zaenal Arifin. Kunjungan taqziah ini juga dimaknai sebagai upaya mempererat tali silaturahmi antara aparat kepolisian dengan para ulama dan tokoh agama di wilayah Cimaragas.

Selain menyampaikan bela sungkawa, kehadiran Kapolsek di tengah keluarga yang berduka turut memberikan dukungan moral dan spiritual, sekaligus menjadi wujud kedekatan personal antara Polri dengan tokoh masyarakat. Langkah ini sejalan dengan upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah tersebut, mengingat KH. Zaenal Arifin dikenal luas sebagai figur publik dan panutan warga.

Kepergian KH. Zaenal Arifin meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Ponpes Miftahul Huda 27 Cipeteuy, para santri, serta masyarakat Desa Raksabaya dan sekitarnya yang selama ini mengenal sosok almarhum sebagai ulama yang berjasa dalam pembinaan keagamaan di wilayah Kecamatan Cimaragas.

Kunjungan taqziah Kapolsek Cimaragas ini turut mendapat apresiasi dari pihak keluarga dan lingkungan pondok pesantren, yang menilai kehadiran aparat kepolisian di masa berduka sebagai bentuk perhatian nyata Polri terhadap tokoh agama dan masyarakat di wilayahnya.

Berita Terkait