Rabu, 7 Oktober 2026 Redaksi Pedoman Media Siber Kontak
#Topik: Pilkades 2026 Kekeringan Karhutla Stunting Miras Ilegal

3.356 Jamaah Berkumpul, Polri Keluarkan Peringatan Keras Soal Kenakalan Remaja — Ini Alasannya

Terbit: 15 September 2026 Penulis: Redaksi Fakta Hangat Kategori: Daerah

Pengajian Bulanan Cihaurbeuti Jadi Momentum Sosialisasi: Miras, Obat-obatan, Knalpot Brong Jadi Fokus Utama Kasat Binmas

Selasa pagi (15 September 2026), Gedung Panda Hall Centre Desa Sukahaji, Kecamatan Cihaurbeuti, dipenuhi 3.356 jamaah yang hadir dalam Pengajian Bulanan Tingkat Kecamatan Cihaurbeuti. Jumlah ini bukan sekadar angka — ini adalah bukti nyata bahwa masyarakat Cihaurbeuti masih aktif mengikuti kegiatan agama dan sosial kemasyarakatan.

Tapi di balik antusiasme pengajian bulanan itu, ada pesan keras yang disampaikan oleh Kasat Binmas Polres Ciamis, Iptu Marsidi, S.H., M.M. Pesan itu berisi peringatan serius tentang fenomena yang semakin mengkhawatirkan:

kenakalan remaja yang sudah mencapai tingkat alarmis.
Kenakalan Remaja: Tiga Masalah Serius yang Disorot Polri
Kasat Binmas Polres Ciamis dalam sambutannya menyoroti tiga bentuk kenakalan remaja yang paling mengkhawatirkan dan sedang menjadi fokus penindakan polisi:

  1. Konsumsi Miras (Minuman Beralkohol)
    Remaja yang minum minuman beralkohol bukan lagi cerita yang jarang terdengar. Di Ciamis, fenomena ini sudah cukup serius sehingga memerlukan peringatan resmi di pengajian massal. Ini mengindikasikan:
    Akses remaja ke minuman beralkohol sangat mudah
    Kesadaran orang tua tentang risiko belum maksimal
    Jaringan pengedar minuman beralkohol ke kalangan remaja masih aktif
    Bahaya konsumsi miras pada remaja:
    Merusak organ tubuh (hati, otak, ginjal)
    Memicu perilaku kekerasan dan criminal
    Mengganggu konsentrasi belajar
    Membuka jalan ke penyalahgunaan narkoba
  2. Penyalahgunaan Obat-obatan (Narkoba)
    Ini adalah peringatan yang paling serius. Obat-obatan ilegal atau penyalahgunaan obat legal sudah menjangkau kalangan remaja Ciamis. Kasat Binmas menempatkan ini dalam fokus khusus karena:
    Potensi addiction yang sangat tinggi
    Meningkatkan crime rate (remaja yang terbiasa narkoba cenderung juga melakukan tindak kejahatan)
    Merusak masa depan generasi muda Ciamis
    Pertanyaan menggantung: Seberapa serius masalah narkoba di kalangan remaja Cihaurbeuti? Apakah ada data konkret tentang berapa banyak remaja yang sudah terlibat?
  3. Kendaraan dengan Knalpot Brong dan Tidak Taat Aturan Lalin
    Yang ketiga adalah masalah yang sering dianggap “remeh” tapi sesungguhnya serius: kendaraan dengan knalpot brong (knalpot yang dimodifikasi untuk mengeluarkan suara keras) dan melanggar aturan lalu lintas.

Ini bukan hanya masalah kebisingan atau “tingkah laku anak muda.” Ini adalah indikator awal dari perilaku tidak disiplin yang bisa berkembang jadi tindakan kriminal. Remaja yang kebiasaan melanggar aturan lalu lintas cenderung juga:

  • Tidak menghormati otoritas
  • Mudah terjerumus ke kenakalan lain (tawuran, pencurian)
  • Membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain

Polri Keluarkan Sosialisasi Call Centre 110: Apakah Masyarakat Tahu?
Selain peringatan keras tentang kenakalan remaja, Kasat Binmas juga menginformasikan tentang layanan Call Centre Polri 110. Ini adalah upaya proaktif polisi untuk:

  • Memudahkan masyarakat melaporkan kejahatan atau kejadian darurat
  • Membuat polisi lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat
  • Menjalin komunikasi langsung antara masyarakat dan kepolisian

Tapi pertanyaan yang muncul: Apakah sosialisasi “sekali saja” di pengajian bulanan cukup untuk membuat 3.356 jamaah benar-benar memahami dan menggunakan layanan 110? Perlu tindak lanjut — sosialisasi berkala, poster di tempat-tempat umum, dan edukasi di sekolah-sekolah.

Musim Kemarau Panjang: Peringatan Kebakaran Juga Disampaikan
Selain kenakalan remaja, Kasat Binmas juga menyampaikan himbauan tentang pencegahan kebakaran menjelang musim kemarau panjang yang sedang berlangsung. Ini menunjukkan bahwa:

  • Polri tidak hanya fokus pada aspek keamanan (crime prevention) tapi juga aspek keselamatan publik
  • Koordinasi dengan berbagai sektor (satpam kebakaran, dinas lingkungan) sudah berjalan

Polri “Dekati” Masyarakat Lewat Kopi Gratis?
Detail kecil tapi menarik dari laporan: Sat Binmas Polres Ciamis menyediakan kopi gratis untuk para jamaah melalui Mobil Sat Binmas.

Ini adalah strategi soft diplomacy yang sederhana namun efektif. Dengan menyediakan kopi gratis, polisi:

  • Menciptakan suasana santai dan informal
  • Meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap kehadiran polisi
  • Membuka peluang percakapan langsung tanpa formalitas

Tapi juga mengangkat pertanyaan: Apakah kopi gratis ini adalah bagian dari program anggaran Sat Binmas? Apakah berkelanjutan? Atau hanya satu kali di pengajian ini?

Pengajian Bulanan: Rutin Tapi Apakah Efektif?
Laporan mencatat bahwa pengajian bulanan dilaksanakan rutinitas setiap bulan dan bergulir di berbagai desa Cihaurbeuti. Ini adalah tradisi yang baik untuk menjaga kohesi sosial dan spiritual masyarakat.
Tapi dari segi pencegahan kenakalan remaja dan kesadaran publik — apakah pengajian bulanan yang isinya dominan tausyiah (ceramah agama) benar-benar efektif untuk mengatasi masalah konkret seperti miras, narkoba, dan melanggar lalu lintas?
Mungkin perlu diversifikasi konten — tidak hanya tausyiah agama, tapi juga workshop interaktif tentang bahaya narkoba, atau diskusi terbuka dengan remaja tentang peer pressure.

Kesimpulan: Sinyal Bahaya yang Terlalu Halus?
Kehadiran 3.356 jamaah di pengajian Cihaurbeuti menunjukkan masyarakat masih peduli dengan nilai-nilai spiritual dan sosial. Tapi peringatan keras dari Kasat Binmas tentang kenakalan remaja — miras, narkoba, dan knalpot brong — adalah indikasi bahwa masalah sudah cukup serius untuk disampaikan di forum publik.

Pertanyaan yang harus dijawab:

  • Apakah situasi kenakalan remaja di Cihaurbeuti sudah mencapai tahap yang mengkhawatirkan? Data konkret diperlukan untuk mengukur seberapa besar masalahnya.
  • Apakah himbauan polri di pengajian bulanan sudah diterjemahkan ke tindakan konkret? Misalnya, operasi penindakan terhadap penjual miras ilegal, patroli di malam hari, atau dialog langsung dengan remaja.
  • Apakah ada strategi jangka panjang untuk mencegah kenakalan remaja — bukan hanya himbauan, tapi penyediaan alternatif aktivitas yang bermakna bagi remaja (olahraga, seni, pendidikan)?
  • Bagaimana koordinasi antara kepolisian, sekolah, orangtua, dan pemimpin agama dalam menangani masalah ini secara holistik?

Masyarakat Cihaurbeuti membutuhkan lebih dari sekadar pengajian dan sosialisasi. Mereka membutuhkan tindakan nyata dan terukur yang melibatkan semua pihak untuk melindungi generasi muda mereka dari jerat kenakalan.

Apakah Anda warga Cihaurbeuti atau sekitarnya? Apakah Anda merasakan fenomena kenakalan remaja yang disebut-sebut Kasat Binmas? Bagaimana kondisi remaja di area Anda? Tulis pengalaman nyata Anda di kolom komentar.

Berita Terkait