Kimpul Viral di Media Sosial, Umbi Lokal yang Diklaim Bisa Jadi Pengganti Nasi

Jakarta — Umbi kimpul tengah ramai diperbincangkan di media sosial setelah sejumlah kreator konten memperkenalkannya sebagai alternatif sumber karbohidrat pengganti nasi. Tren “saya ganti dengan kimpul” ini memicu banyak warganet mencoba mengonsumsi umbi lokal tersebut, mulai dari diolah menjadi mashed potato, arancini, hingga seblak dan tteokbokki versi kimpul.
Kimpul, yang punya nama latin Xanthosoma sagittifolium dan di beberapa daerah dikenal sebagai talas belitung, sebelumnya sudah diperkenalkan Kementerian Pertanian sebagai pangan lokal potensial untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Kandungan Gizi Kimpul
Berdasarkan data Direktorat Aneka Kacang dan Umbi, Kementerian Pertanian, setiap 100 gram umbi kimpul mengandung karbohidrat sekitar 28,66% serta pati 20,87%. Kimpul juga mengandung serat pangan, pati resisten, vitamin A, B, E, kalium, dan magnesium.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin turut menanggapi tren ini. Menurutnya, karbohidrat pada kimpul termasuk jenis kompleks, berbeda dari karbohidrat nasi yang bersifat simpleks. Kandungan pati tahan cerna dan serat yang lebih tinggi membuat rasa kenyang bertahan lebih lama, sehingga berpotensi membantu mengurangi risiko diabetes tipe 2 jika dikonsumsi sebagai bagian pola makan sehat. Kimpul juga secara alami bebas gluten.

Bukan Pengganti Nasi Sepenuhnya, Kata Ahli Gizi
Meski punya potensi besar, ahli gizi mengingatkan agar kimpul tidak dipandang sebagai pengganti nasi secara mutlak. Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, Lailatul Muniroh, menyebut kimpul lebih tepat diposisikan sebagai bagian dari diversifikasi pangan, mengingat kebiasaan masyarakat Indonesia yang identik dengan nasi sebagai makanan pokok.
Senada, sejumlah pakar gizi lain menjelaskan bahwa pada berat yang sama, kandungan karbohidrat kimpul justru cenderung lebih rendah dibanding nasi putih karena kadar airnya lebih tinggi. Kimpul disarankan menjadi variasi menu, bukan substitusi penuh.

Perlu Diolah dengan Benar
Kimpul mengandung kristal kalsium oksalat yang bisa menimbulkan rasa gatal di mulut dan tenggorokan bila tidak diproses dengan tepat. Karena itu, umbi ini perlu dikupas bersih, dicuci dengan air mengalir, dan bisa direndam air garam sebelum dimasak. Proses pengukusan juga lebih disarankan dibanding metode lain, karena membantu menurunkan indeks glikemik dan menjaga kandungan gizinya.

Tinggalkan komentar