Duka Mendalam, Pimpinan Ponpes Miftahul Huda 27 Cipeteuy KH. Zaenal Arifin Berpulang, Kapolsek Cimaragas Langsung Bertaqziah
KH Zaenal Arifin, Ponpes Miftahul Huda 27 Cipeteuy, Cimaragas, taqziah, Kapolsek Cimaragas, duka cita, Kabupaten...
CIAMIS, FAKTAHANGAT.COM – Pertandingan PSGC Ciamis kontra Sumsel United FC pada pekan kedua Liga 2 Indonesia musim 2026/2027 dipastikan menjadi laga yang menarik perhatian pencinta sepak bola di Ciamis.
Sumsel United datang ke Stadion Galuh Ciamis dengan target membawa pulang poin. Namun, misi tersebut tidak akan mudah karena PSGC akan tampil di hadapan pendukungnya sendiri.
Pertandingan PSGC Ciamis vs Sumsel United dijadwalkan berlangsung Sabtu, 19 September 2026, pukul 15.30 WIB di Stadion Galuh. Laga ini juga menjadi pertandingan kandang pertama PSGC pada musim tersebut.
Pelatih Sumsel United, Muhammad Nasuha, menyadari pertandingan tandang menghadapi PSGC bukan pekerjaan mudah.
Selain faktor tuan rumah, perjalanan panjang menuju Ciamis juga menjadi tantangan tersendiri bagi skuad Sumsel United. Tim tersebut berangkat sejak subuh dan baru tiba di Ciamis pada malam hari.
Meski demikian, Nasuha memastikan para pemain yang dibawa tetap siap tampil. Sumsel United membawa 21 pemain, termasuk tiga pemain asing.
Kondisi tersebut membuat Sumsel United harus mampu menjaga kebugaran sekaligus konsentrasi pemain sebelum pertandingan dimulai.
Ada satu nama dari kubu PSGC yang mendapat perhatian khusus dari Sumsel United, yakni Ezechiel Ndouassel.
Striker asal Chad tersebut dinilai memiliki kemampuan yang dapat memberikan ancaman terhadap pertahanan lawan. Karena itu, lini belakang Sumsel United sudah menyiapkan antisipasi untuk membatasi ruang geraknya.
Bagi PSGC, keberadaan Ezechiel tentu menjadi salah satu bagian penting dari upaya membangun serangan.
Namun, PSGC juga sebelumnya melakukan evaluasi terhadap pola serangan mereka. Pelatih Heri Kiswanto menilai tim masih perlu meningkatkan daya dobrak, khususnya dari sektor sayap, setelah kekalahan pada pertandingan pembuka.
PSGC Ciamis mengawali kompetisi dengan kekalahan 1-2 dari Persikad Depok.
Hasil tersebut membuat laga kandang menghadapi Sumsel United menjadi kesempatan bagi PSGC untuk mendapatkan poin pertama musim ini.
Menariknya, situasi tersebut juga menjadi perhatian bagi Sumsel United.
Menurut Muhammad Nasuha, kekalahan PSGC pada pertandingan sebelumnya bukan berarti pertandingan akan lebih mudah. Sebaliknya, PSGC memiliki motivasi tambahan untuk bangkit ketika bermain di depan pendukung sendiri.
Dengan kondisi tersebut, kedua tim sama-sama mempunyai alasan kuat untuk tampil maksimal.
Bermain di kandang memberikan keuntungan tersendiri bagi PSGC.
Dukungan suporter di Stadion Galuh diperkirakan akan memberikan atmosfer berbeda dibandingkan pertandingan tandang. Bagi Sumsel United, tekanan dari tribun juga menjadi bagian yang harus dihadapi.
Namun, Nasuha justru melihat atmosfer tersebut sebagai ujian mental sekaligus motivasi bagi anak asuhnya.
Artinya, pertandingan tidak hanya akan menjadi pertarungan strategi di lapangan, tetapi juga menguji kemampuan pemain dalam menjaga konsentrasi di tengah tekanan pertandingan.
PSGC membutuhkan hasil positif setelah kehilangan poin pada laga pertama. Sementara itu, Sumsel United datang dengan keinginan membawa pulang poin dari Ciamis.
Kedua situasi tersebut membuat pertandingan berpotensi berlangsung sengit.
Bagi PSGC, faktor kandang dan dukungan suporter dapat menjadi modal penting. Namun, lini serang tetap perlu tampil lebih efektif agar peluang yang tercipta dapat dikonversi menjadi gol.
Di sisi lain, Sumsel United harus mampu mengatasi kelelahan perjalanan dan menjaga pertahanan dari ancaman pemain-pemain PSGC, terutama Ezechiel Ndouassel.
Pertandingan di Stadion Galuh pun menjadi ujian bagi kedua tim untuk menunjukkan kesiapan mereka menjalani kompetisi Liga 2 musim 2026/2027.
Catatan: Artikel ini disusun secara independen berdasarkan informasi yang tersedia dari sumber resmi kompetisi dan laporan media terkait. Informasi dapat diperbarui apabila terdapat perkembangan terbaru menjelang pertandingan.
KH Zaenal Arifin, Ponpes Miftahul Huda 27 Cipeteuy, Cimaragas, taqziah, Kapolsek Cimaragas, duka cita, Kabupaten...
Ratusan warga dan tokoh agama di Cidolog, Ciamis gelar Sholat Istisqo minta hujan di tengah...
​"RT dan RW merupakan garda terdepan pelayanan publik yang perannya sangat vital dalam menjaga kerukunan...