Rabu, 7 Oktober 2026 Redaksi Pedoman Media Siber Kontak
#Topik: Pilkades 2026 Kekeringan Karhutla Stunting Miras Ilegal

Geger! 5 Hektare Hutan Perhutani di Pamarican Ciamis Mendadak Berkobar, Begini Aksi Heroik Petugas dan Warga

Terbit: 28 September 2026 Penulis: Redaksi Fakta Hangat Kategori: Hukum & Kriminal

CIAMIS — Suasana di sekitar Dusun Karanganyar mendadak berubah tegang. Sedikitnya 5 hektare lahan kawasan hutan milik PT Perhutani KPH Ciamis yang terletak di Blok Pasir Jati, Desa Sidamulih, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, ludes dilalap si jago merah pada Senin (28/9/2026) sore.

Peristiwa kebakaran lahan yang cukup luas ini pertama kali disadari sekira pukul 16.00 WIB oleh Kepala Dusun (Kadus) setempat, Imas Riskawati (36) bersama suaminya, Doni (46). Terkejut melihat kobaran api yang dengan cepat merambat, keduanya langsung membunyikan sinyal bahaya dengan melaporkan kejadian tersebut kepada piket jaga Polsek Pamarican serta pihak Perhutani.

Mendapat laporan krusial, aparat gabungan yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Pamarican, Iptu Baehaki, langsung terjun ke lokasi. Sinergi masif pun terbentuk, melibatkan jajaran Polhut KPH Ciamis, Asper BKPH Banjar Selatan, KRPH Pamarican, satu regu Damkar Pos Banjarsari, Relawan Ciamis Selatan, jajaran pemerintah kecamatan, hingga puluhan warga masyarakat setempat.

“Untuk mencegah api meluas lebih beringas, petugas gabungan bersama warga melakukan aksi heroik memadamkan api secara manual. Tim bahu-membahu membuat sekat bakar dengan menyingkirkan dedaunan dan ranting kering menggunakan peralatan seadanya agar api terputus dan tidak terus menjalar.”

Berkat kerja keras tanpa henti dan gotong royong warga di lokasi, amukan si jago merah akhirnya berhasil dijinakkan secara total pada pukul 18.30 WIB. Pihak kepolisian memastikan tidak ada kerugian materiil bangunan maupun korban jiwa dalam insiden terbakarnya 5 hektare lahan Perhutani ini.

Saat ini, situasi di lokasi (TKP) dipastikan sudah aman dan kondusif. Meski demikian, pihak kepolisian dan Perhutani mengimbau masyarakat sekitar untuk selalu waspada dan tidak melakukan aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu meluasnya api di kawasan hutan.

Berita Terkait