45 Tahun Berdiri, Desa Raksabaya Cimaragas Gelar Syukuran Besar-besaran, Begini Suasananya
Desa Raksabaya, Cimaragas, Ciamis peringati Hari Jadi ke-45 dengan upacara syukuran, dihadiri Camat, Kapolsek, dan...
Kepramukaan Masih Relevan: Pembukaan Latihan Tingkat II Kwarran Pamarican Tunjukkan Komitmen Pemerintah Lokal Bentuk Generasi Muda Berkarakter
Selasa sore (15 September 2026), Lapangan Sepak Bola Desa Bantarsari, Kecamatan Pamarican, berubah menjadi pusat kegiatan kepramukaan. Di sini, Latihan Tingkat II (LT II) Kwarran Pamarican dibuka secara resmi. Acara yang dipimpin oleh Baehaki Efendi, Ketua Kwarran Pamarican, ini menandai dimulainya program pelatihan intensif selama 3 hari (15-17 September 2026) bagi ratusan pemuda pramuka se-Kecamatan Pamarican.
Kehadiran Ketua Kwarcab Kabupaten Ciamis, Camat Pamarican, Kapolsek, Danramil, dan para kepala sekolah menunjukkan ini bukan sekadar kegiatan organisasi pramuka biasa — ini adalah agenda strategis pemerintah lokal untuk pembentukan karakter pemuda.
LT II: Apa Itu dan Mengapa Penting?
Latihan Tingkat II dalam struktur kepramukaan adalah pelatihan lanjutan bagi anggota Gerakan Pramuka yang sudah melewati Latihan Tingkat I. LT II berfokus pada:
Dalam konteks era digital sekarang, di mana banyak pemuda lebih suka screen time daripada aktivitas nyata, LT II adalah “antidot” yang mengajarkan pemuda untuk kembali ke nilai-nilai fundamental: kerja keras, gotong royong, dan kepedulian sosial.
Komitmen Pemerintah Lokal: Sinyal Positif
Yang menarik adalah kehadiran pejabat pemerintah di pembukaan LT II ini bukan sekadar formalitas. Ketua Kwarcab, Camat, Kapolsek, dan Danramil hadir di lapangan — ini menunjukkan pemerintah lokal Pamarican serius dalam mendukung program kepramukaan.
Dukungan ini penting karena:
Peserta: Dari Mana Mereka Datang?
Laporan menyebutkan “peserta LT II se-kec Pamarican” — artinya peserta berasal dari seluruh sekolah SD/MI, SMP/MTs di Kecamatan Pamarican. Ini menunjukkan LT II Kwarran Pamarican memiliki jangkauan yang luas.
Pertanyaan praktis: Berapa total peserta? Dari berapa sekolah? Apakah ada peserta dari luar Pamarican? Apa kriteria seleksi peserta?
Data konkret ini penting untuk mengukur apakah LT II ini melayani sebagian kecil pemuda (eksklusif) atau mayoritas pemuda Pamarican (inklusif).
Peran Para Kepala Sekolah: Endorsement Penting
Yang unik adalah kehadiran “para kepala sekolah SD/MI SMP/MTs” di acara pembukaan. Ini menunjukkan kepala sekolah secara aktif mendukung program kepramukaan.
Kenapa penting?
Tapi juga menimbulkan pertanyaan: Apakah endorsement kepala sekolah sudah diterjemahkan ke dukungan nyata di sekolah mereka? Misalnya:
3 Hari Intensif: Apakah Cukup Mengubah Karakter Pemuda?
LT II berlangsung selama 3 hari (15-17 September 2026). Ini adalah waktu yang relatif singkat untuk program pelatihan karakter yang komprehensif.
Dalam 3 hari, apa saja yang bisa dicapai?
Realistis:
Tidak realistis:
Yang benar-benar penting adalah: LT II harus menjadi “momentum” yang dilanjutkan dengan aktivitas pramuka berkelanjutan di sekolah/komunitas masing-masing. Jika setelah LT II selesai, peserta kembali ke rutinitas tanpa aktivitas pramuka lanjutan, maka manfaat LT II akan hilang dengan cepat.
Pertanyaan Kritis: Berkelanjutan Atau Sekali-Sekali?
Laporan tidak menyebutkan:
Ini adalah pertanyaan yang menentukan apakah LT II adalah program strategis pembentukan karakter pemuda Pamarican, atau sekadar aktivitas tahunan yang menyenangkan tapi dampaknya terbatas.
Konteks Lebih Luas: Kepramukaan di Era Digital
Di era sekarang, di mana:
Kepramukaan menawarkan alternatif: Komunitas yang sehat, nilai-nilai luhur, aktivitas outdoor, dan bimbingan dari orang dewasa yang peduli.
Program LT II Kwarran Pamarican adalah upaya nyata untuk “menyelamatkan” pemuda dari gaya hidup yang tidak sehat. Tapi upaya ini baru efektif jika:
Kesimpulan: Pramuka Masih Relevan, Tapi Perlu Dikembangkan
Pembukaan LT II Kwarran Pamarican menunjukkan bahwa kepramukaan masih dilihat sebagai organisasi penting untuk pembentukan karakter pemuda. Dukungan pemerintah lokal (Camat, Kapolsek, Danramil) dan kepala sekolah adalah bukti nyata.
Tapi untuk menjadi program perubahan sosial yang signifikan, LT II dan kepramukaan secara keseluruhan perlu dikembangkan — dari aktivitas organasi menjadi program sistemik yang terintegrasi dengan pendidikan formal dan non-formal.
Pertanyaan untuk pemerintah Pamarican:
Jika pertanyaan-pertanyaan ini bisa dijawab dengan baik, maka LT II Kwarran Pamarican bukan hanya kegiatan, tapi bagian dari strategi transformasi pemuda lokal.
Desa Raksabaya, Cimaragas, Ciamis peringati Hari Jadi ke-45 dengan upacara syukuran, dihadiri Camat, Kapolsek, dan...
CIAMIS — Kabar gembira bagi warga Kabupaten Ciamis yang ingin mengurus Surat Izin Mengemudi (SIM)....
CIAMIS — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-81 tingkat Kodim 0613/Ciamis...