Rabu, 7 Oktober 2026 Redaksi Pedoman Media Siber Kontak
#Topik: Pilkades 2026 Kekeringan Karhutla Stunting Miras Ilegal

Milangkala Ke-17 Gong Perdamaian Dunia di Karangkamulyan, Tatar Galuh Dinobatkan Cikal Bakal Perdamaian

Terbit: 9 September 2026 Penulis: Redaksi Fakta Hangat Kategori: Sosial Budaya

Ciamis, 9 September 2026 — Objek Wisata Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing, kembali menjadi pusat perhatian dalam peringatan Milangkala Ke-17 Gong Perdamaian Dunia Tahun 2026, Rabu (9/9/2026) berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 10.00 WIB. Kegiatan tahunan ini menjadi simbol persaudaraan dan perdamaian yang terus dirayakan di tanah Tatar Galuh.

Penanggung Jawab dan Kehadiran Tokoh Penting

Kegiatan yang menjadi tanggung jawab Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis, Heriyan Rusyandi, S.Sos., M.M., ini dihadiri jajaran pejabat penting lintas instansi. Turut hadir Bupati Ciamis, Kepala Biro Perekonomian Provinsi Jawa Barat, Irjen Pol Purn. Dr. Drs. H. Anton Charliyan, M.P.K.N., Kapolres Ciamis, perwakilan Dandim 0613 Ciamis melalui Danramil 1303 Cijeungjing, perwakilan Kepala Kejaksaan Negeri Ciamis, Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, pimpinan instansi vertikal, BUMN, BUMD, dan perbankan di wilayah Ciamis, jajaran Asisten, Staf Ahli, dan Kepala SKPD Pemda Ciamis, Wakil Raja Galuh, Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Ciamis beserta jajaran, Camat Cijeungjing, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, ulama, dan tokoh budaya.

Ciung Wanara: Cikal Bakal Perdamaian Dunia

Dalam sambutannya, Irjen Pol Purn. Anton Charliyan menegaskan bahwa dipilihnya Situs Ciung Wanara Karangkamulyan sebagai lokasi Gong Perdamaian Dunia bukan tanpa alasan. Ciamis yang dikenal sebagai Tatar Galuh dianggap sebagai cikal bakal perdamaian dunia, mengingat Kerajaan Galuh dikenal luas sebagai kerajaan yang senantiasa menjaga perdamaian melalui pelestarian kearifan lokal. Nilai-nilai perdamaian tersebut, menurutnya, hingga kini masih terjaga kuat di kalangan masyarakat Tatar Galuh.

Ia turut menekankan bahwa filosofi perdamaian ini berakar dari budaya Sunda, sehingga penempatan Gong Perdamaian Dunia di tanah Sunda menjadi sangat relevan sebagai sarana menjiwai generasi penerus untuk terus menjaga semangat perdamaian sebagai sumber kekuatan bersama.

Sejarah Gong Perdamaian Dunia

Sementara itu, Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya, M.M., menjelaskan bahwa Gong Perdamaian Dunia pertama kali dibunyikan oleh Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia pada 31 Desember 2002 di Bali, sebelum kemudian dibawa ke Jenewa dan digemakan ke berbagai penjuru dunia. Bupati mengungkapkan bahwa Gong Perdamaian yang berada di Ciamis merupakan salah satu gong terbesar di antara jejaring gong perdamaian dunia.
Pemilihan Situs Ciung Wanara Karangkamulyan sebagai lokasi peletakan gong, lanjut Bupati, tidak terlepas dari fakta historis bahwa Kerajaan Galuh merupakan salah satu kerajaan tertua di Tanah Pasundan, bahkan telah berdiri sebelum Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Padjajaran.

Melalui keberadaan gong perdamaian yang tersebar di berbagai belahan dunia, Bupati berharap dapat menyadarkan umat manusia untuk senantiasa mengutamakan perdamaian dan kesetaraan, tanpa memandang perbedaan ras, suku, bahasa, agama, maupun sekat-sekat pemisah lainnya.

Prosesi Sakral: Ngawasuh dan Pemukulan Gong

Puncak acara ditandai dengan prosesi ngawasuh gong (memandikan gong) dan penyiraman gong, dilanjutkan dengan pemukulan gong secara simbolis yang dipimpin langsung oleh Bupati Ciamis. Prosesi ini menjadi momen sakral yang menandai kembali dinyalakannya semangat perdamaian dari Tatar Galuh bagi dunia.

Tradisi Tahunan yang Terus Dilestarikan

Kegiatan Gong Perdamaian Dunia di Ciamis merupakan tradisi rutin yang digelar setiap tahun, menjadi simbol persaudaraan lintas budaya, agama, dan bangsa. Melalui perayaan milangkala (hari jadi) ke-17 ini, Ciamis kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu titik penting dalam jejaring perdamaian dunia yang bermula dari kearifan lokal Nusantara.

Pengamanan Ketat demi Kelancaran Acara

Mengingat besarnya skala acara dan kehadiran sejumlah tokoh penting, pengamanan terbuka maupun tertutup dikerahkan secara maksimal, dipimpin langsung oleh Kapolsek Cijeungjing AKP Purwanto, S.H. Seluruh rangkaian kegiatan Milangkala Ke-17 Gong Perdamaian Dunia berlangsung dalam suasana aman dan kondusif hingga selesai.

Berita Terkait