Rabu, 7 Oktober 2026 Redaksi Pedoman Media Siber Kontak
#Topik: Pilkades 2026 Kekeringan Karhutla Stunting Miras Ilegal

Beras Bantuan di Sadananya Dikeluhkan Warga, Bau dan Banyak Menir Jadi Sorotan

Terbit: 3 September 2026 Penulis: Redaksi Fakta Hangat Kategori: Ekonomi

CIAMIS – Kualitas beras bantuan pangan yang diterima warga di Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, menjadi perhatian. Sejumlah penerima mengeluhkan kondisi beras yang disebut berbau, berwarna kusam atau lebam, serta mengandung banyak menir.

Keluhan tersebut muncul setelah bantuan beras diterima warga di desa-desa wilayah Kecamatan Sadananya pada Rabu, 2 September 2026. Beras tersebut dikemas dalam karung berwarna putih dengan tulisan Bantuan Pangan dan logo Bulog.

Salah seorang warga Sadananya, Ujang, mengaku terkejut ketika membuka karung bantuan tersebut. Ia menyebut aroma beras tidak sedap dan kondisi beras terlihat berbeda dari beras yang biasa dikonsumsi.

“Bau, warnanya lebam dan banyak menir. Setelah dimasak, anak tidak mau makan karena masih tercium baunya,” ujar Ujang.

Menurut Ujang, persoalan tersebut menjadi cukup sensitif karena bantuan pangan seharusnya dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama ketika kondisi ekonomi sedang sulit.

Ia mengatakan, penghasilannya dari berjualan makanan keliling juga mengalami penurunan karena daya beli masyarakat berkurang. Di sisi lain, ia berharap beras bantuan yang diberikan kepada masyarakat benar-benar memiliki kualitas yang baik.

“Intinya bau, tidak pantas buat manusia karena bau dan warnanya lebam,” katanya.

Ujang bahkan membandingkan beras bantuan tersebut dengan beras SPHP Bulog yang sebelumnya kerap ditemui dalam kegiatan operasi pasar atau bazar murah di tingkat kecamatan. Menurut dia, beras SPHP yang pernah dibelinya tidak mengalami persoalan bau seperti beras bantuan yang diterimanya kali ini.

Adapun harga beras SPHP yang disebut Ujang berada di kisaran Rp62.500 untuk kemasan 5 kilogram jika mengacu pada harga di Kantor Pos. Sementara dalam kegiatan gebyar subsidi, harganya disebut lebih rendah, sekitar Rp57.500 per 5 kilogram.

Perlu Ada Kejelasan soal Kualitas Beras Bantuan

Keluhan warga tersebut patut menjadi perhatian, tetapi kondisi beras secara keseluruhan tentu perlu dipastikan melalui pemeriksaan dan keterangan dari pihak yang berwenang.

Dengan adanya laporan mengenai bau, perubahan warna, dan banyaknya menir, publik berhak mendapatkan penjelasan mengenai standar kualitas beras bantuan yang disalurkan serta bagaimana proses pemeriksaan sebelum bantuan tersebut diterima masyarakat.

Terlebih, beras bantuan merupakan bagian dari program pangan yang ditujukan untuk membantu masyarakat. Karena itu, kualitas pangan yang diterima warga menjadi bagian penting yang tidak semestinya diabaikan.

Hingga informasi dalam pemberitaan ini diperoleh, keluhan mengenai kondisi beras tersebut masih merupakan keterangan dari warga penerima bantuan. Belum ada kesimpulan bahwa seluruh beras bantuan di Kecamatan Sadananya tidak layak dikonsumsi tanpa adanya hasil pemeriksaan atau keterangan resmi dari pihak terkait.

Faktahangat.com menilai persoalan ini perlu mendapat perhatian agar keluhan masyarakat tidak berhenti sebagai cerita dari penerima bantuan. Klarifikasi mengenai sumber beras, standar kualitas, serta mekanisme pengecekan sebelum distribusi menjadi hal yang penting untuk menjawab keresahan warga.

Jika ditemukan adanya persoalan kualitas, masyarakat tentu berharap terdapat langkah penyelesaian yang jelas sehingga bantuan pangan benar-benar memberikan manfaat sebagaimana tujuan program tersebut.

Berita Terkait