Dihadiri Ribuan Jemaah, Peringatan Maulid Nabi di Masjid Al Madani Cijeungjing Berlangsung Khidmat
CIAMIS — Suasana penuh kebersamaan dan kekhusyukan menyelimuti Masjid Al Madani, Dusun Kaler, Desa Cijeungjing,...
CIAMIS — Suasana penuh kebersamaan dan kekhusyukan menyelimuti Masjid Al Madani, Dusun Kaler, Desa Cijeungjing,...
CIAMIS — Aksi memacu adrenalin tersaji di Kecamatan Lumbung, Kabupaten Ciamis. Ratusan pecinta motor trail...
CIAMIS — Warga Dusun Nanggela, Desa Sumberjaya, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, dikejutkan oleh insiden rumah...
CIAMIS — Suasana semarak dan penuh kebersamaan menyelimuti Lapangan Sepak Bola Desa Neglasari, Kecamatan Pamarican,...
Kamis (17 September 2026), Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya mengumumkan berita besar di Rakerkab PPDI Kabupaten Ciamis: tahun ini, 40 desa se-Kabupaten Ciamis akan melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak dengan sistem digitalisasi. Ini bukan sekadar rutinitas administrasi. Ini adalah transformasi fundamental dalam cara pemerintah desa mengelola proses demokratis paling grassroots di Indonesia. Tapi pertanyaannya: apakah perangkat desa sudah siap? Apakah infrastruktur digital sudah memadai? Apakah ada risiko yang tidak diantisipasi? TRANSFORMASI DIGITAL PILKADES: PELUANG DAN RISIKO Sistem digital Pilkades berarti semua aspek mulai dari pendaftaran calon, verifikasi pemilih, hingga pemungutan dan penghitungan suara dilakukan melalui platform digital. Ini adalah langkah maju untuk transparansi dan efisiensi. Tapi ada beberapa hal mengganggu yang perlu diteliti. Pertama, infrastruktur digital. Dari 40 desa, berapa banyak yang memiliki koneksi internet yang stabil? Listrik 24 jam? Server backup? Ciamis adalah kabupaten pegunungan dengan beberapa area masih terpencil. Sistem digital yang bagus di pusat kota tidak otomatis berfungsi di dusun-dusun pinggir. Risiko: jika sistem down saat pemilihan, apa contingency plan? Kedua, literasi digital perangkat desa. Pilkades dijalankan oleh kepala desa, sekretaris desa, dan perangkat lainnya yang rata-rata usia 40 tahun ke atas. Berapa yang pernah pakai platform digital kompleks? Apakah ada training yang memadai? Apakah ada technical support real-time saat pemilihan berlangsung? Ketiga, keamanan data dan kepercayaan publik. Sistem digital memang efisien, tapi publik Ciamis yang masih terbiasa dengan voting tradisional (kertas suara, kotak suara fisik) apakah sudah percaya pada voting digital? Apakah ada transparansi yang cukup sehingga pemilih yakin suara mereka tercatat dengan benar? Apakah ada jaminan anti-fraud atau manipulasi? PESAN BUPATI: INTEGRITAS DAN SINERGI Dalam sambutannya di Rakerkab, Bupati menekankan tiga poin penting. Pertama, integritas sebagai pelayan masyarakat dengan penuh kedisiplinan, utamakan kepentingan masyarakat daripada kepentingan pribadi dan golongan. Pesan ini sangat relevan mengingat Pilkades adalah momen kritis dimana kepentingan lokal dan personal sering bertabrakan. Kedua, sinergi dan harmonisasi. Bupati berharap tidak ada ketegangan antar stakeholder. Tapi pertanyaan: apakah instruksi top-down ini cukup menekan praktik-praktik “grease money” (uang amplop) atau suap yang umum terjadi dalam Pilkades tradisional? Sistem digital bisa mengurangi ruang suap, tapi tidak otomatis mengeliminasinya jika ada political will dari aktor lokal. Ketiga, perhatian ekstra pada Pilkades tahun ini karena digitalisasi. Bupati mengakui ini adalah pilot besar-besaran. Tapi apakah ada monitoring real-time? Apakah ada task force untuk handle issues yang mungkin muncul? KEMARAU 4 BULAN: KRISIS YANG TERLUPAKAN Ada satu poin yang sering dilupakan dari sambutan Bupati: Ciamis sedang mengalami kemarau selama 4 bulan. Bupati mengingatkan masyarakat bijak dalam penggunaan air dan hati-hati dengan pembakaran sampah atau puntung rokok. Ini adalah sinyal bahwa Ciamis sedang krisis infrastruktur air dan pangan. Jika kemarau berlanjut, apa dampaknya pada Pilkades? Apakah masyarakat yang mengkhawatirkan sumber air masih punya tenaga untuk voting? Apakah Pilkades bisa ditunda sampai kondisi lebih baik? Atau apakah sistem digital justru solusi karena mempercepat proses voting (tidak perlu waktu lama mengantri)? ...
Rabu (16 September 2026), seleksi calon perangkat desa untuk jabatan Kepala Wilayah Dusun Cijamban dilaksanakan...
Kepramukaan Masih Relevan: Pembukaan Latihan Tingkat II Kwarran Pamarican Tunjukkan Komitmen Pemerintah Lokal Bentuk Generasi...
Selasa (15 September 2026), Polres Ciamis melakukan tinjauan ke rumah Bapak Lili Ramli di Dusun...
Pengajian Bulanan Cihaurbeuti Jadi Momentum Sosialisasi: Miras, Obat-obatan, Knalpot Brong Jadi Fokus Utama Kasat Binmas...
Laga Perdana Liga 2 Hasil Mengecewakan 2-1: Banyak Peluang Tapi Tidak Gol, Kini Wajib Menang...