Rabu, 7 Oktober 2026 Redaksi Pedoman Media Siber Kontak
#Topik: Pilkades 2026 Kekeringan Karhutla Stunting Miras Ilegal

Ratusan Pelajar Ciamis Digembleng Bela Negara, Bibit Pohon Jadi Simbol Cinta Tanah Air

Terbit: 10 September 2026 Penulis: Redaksi Fakta Hangat Kategori: Sosial Budaya

Ciamis, 10 September 2026 — Gedung Al Baik Hall Center, Desa Margaluyu, Kecamatan Cikoneng, riuh oleh semangat nasionalisme para pelajar dalam kegiatan “Ngabela Negara” Tahun 2026 yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Barat, Kamis (10/9/2026) berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai. Empat sekolah unggulan Ciamis mengirimkan perwakilan terbaiknya untuk menyerap semangat cinta tanah air dalam program tahunan ini.

Ketika Bibit Pohon Jadi Simbol Bela Negara

Kegiatan yang menjadi tanggung jawab Kepala Bakesbangpol Provinsi Jawa Barat, Drs. Wahyu Mijaya, S.H., M.Si., ini menghadirkan momen unik yang jarang ditemui dalam kegiatan bela negara pada umumnya. Alih-alih hanya diisi orasi dan seremoni formal, panitia menyisipkan Gerakan Leuweung Hejo (Gerakan Hutan Hijau) berupa penyerahan bibit pohon secara simbolis kepada para peserta — memadukan semangat nasionalisme dengan kepedulian nyata terhadap kelestarian lingkungan hidup.

Deretan Tokoh Penting Turun Langsung

Kegiatan ini dihadiri sejumlah figur penting, di antaranya Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Dapil 13 dari Fraksi Gerindra, Hj. Tina Wirawati, S.H., serta Kepala Bidang Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Bakesbangpol Provinsi Jawa Barat, Roni Sukmaya PK., S.H., M.Si., yang hadir mewakili langsung Kepala Bakesbangpol Provinsi Jawa Barat bersama timnya.

Dari unsur Kabupaten Ciamis, hadir Sekretaris Bakesbangpol Kabupaten Ciamis, Arie Syahriar Maulana, S.T., mewakili Kepala Bakesbangpol Kabupaten Ciamis, didampingi Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya dan Agama Bakesbangpol Kabupaten Ciamis, Wiji Subekti, S.E.

Empat Sekolah Unggulan Berkumpul Jadi Satu

Menariknya, kegiatan ini mempertemukan perwakilan pelajar dari empat sekolah unggulan di Kabupaten Ciamis sekaligus: SMA Negeri 1 Ciamis, SMA Negeri 1 Sindangkasih, SMK Negeri 1 Ciamis, dan Madrasah Aliyah Negeri 1 Ciamis. Perpaduan latar belakang sekolah umum, kejuruan, dan madrasah dalam satu forum menunjukkan komitmen penyelenggara menjangkau generasi muda dari berbagai jalur pendidikan tanpa terkecuali.

Rangkaian Acara Penuh Makna

Acara berlangsung khidmat, diawali pembukaan resmi, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan pembacaan doa. Rangkaian sambutan disampaikan langsung oleh perwakilan Bakesbangpol Provinsi Jawa Barat serta Anggota DPRD Provinsi Jabar, sebelum memasuki momen puncak berupa Gerakan Leuweung Hejo dan penyerahan bibit pohon.

Tak lupa, panitia turut memberikan apresiasi kepada para guru pendamping melalui penyerahan plakat penghargaan — bentuk pengakuan atas peran mereka membina generasi muda yang berkarakter kebangsaan kuat.

Materi Bela Negara dari Dua Narasumber Ahli

Puncak edukasi kegiatan ini hadir dalam sesi pemaparan materi dan diskusi interaktif bertema “Bela Negara”, yang dibawakan langsung oleh Veronika Sri Agustiningsih, S.Pd., M.Pd., dan Dr. Jamiludin Hidayat, M.Sc. Kehadiran dua narasumber berkompeten ini memastikan para pelajar tidak hanya menerima teori normatif semata, melainkan pemahaman mendalam tentang makna bela negara di era modern.

Lebih dari Sekadar Slogan Nasionalisme

Inti dari kegiatan Ngabela Negara ini adalah membangun semangat kebangsaan, cinta tanah air, jiwa patriotisme, sekaligus membentuk karakter bela negara di kalangan generasi muda Jawa Barat. Di tengah derasnya arus globalisasi dan pengaruh budaya asing yang mudah diakses generasi digital, program penguatan wawasan kebangsaan semacam ini menjadi benteng penting agar pelajar tidak kehilangan identitas dan kecintaan terhadap bangsanya sendiri.

Perpaduan antara edukasi kebangsaan dan aksi nyata pelestarian lingkungan melalui Gerakan Leuweung Hejo juga mengajarkan satu pesan penting: bela negara tidak melulu soal angkat senjata, tetapi bisa dimulai dari hal sederhana seperti menanam pohon untuk masa depan bumi yang lebih hijau.

Selama pelaksanaan kegiatan berlangsung, situasi di lokasi tercatat berjalan aman dan kondusif dari awal hingga akhir acara.

Berita Terkait