Duka Mendalam, Pimpinan Ponpes Miftahul Huda 27 Cipeteuy KH. Zaenal Arifin Berpulang, Kapolsek Cimaragas Langsung Bertaqziah
KH Zaenal Arifin, Ponpes Miftahul Huda 27 Cipeteuy, Cimaragas, taqziah, Kapolsek Cimaragas, duka cita, Kabupaten...
Ciamis, 7 September 2026 — Kawasan Yayasan Bumi Alit, Taman Borosngora, hingga Situ Lengkong Panjalu menjadi pusat perhatian dalam gelaran Upacara Adat Sakral Nyangku Tahun 2026, Senin (7/9/2026) berlangsung sejak pukul 06.00 WIB hingga selesai. Tradisi tahunan yang sarat nilai historis dan spiritual ini kembali menyedot perhatian luas, tak hanya dari masyarakat lokal, tetapi juga dari jajaran pejabat tinggi berbagai instansi.
Rangkaian Prosesi Sakral Sejak Subuh
Prosesi Nyangku dimulai sejak dini hari dengan tawasul di depan rumah Ibu Sepuh yang dipimpin oleh Ustadz H. Kiki Baehaqi, dilanjutkan dengan keberangkatan keluarga besar menuju Bumi Alit. Setelah persiapan matang oleh panitia, rombongan pusaka diberangkatkan dari Bumi Alit menuju Situ Lengkong dan Nusa Gede, sebelum akhirnya berlanjut ke panggung utama Pangbagea Pusaka.
Puncak acara berupa Pencucian Pusaka Pedang Zulfikar diawali dengan pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadz Jejen, dilanjutkan sambutan dari Yayasan Borosngora serta pemaparan sejarah Panjalu yang disampaikan langsung oleh Prof. Dr. H. Djohan Rochanda Wiradinata, M.P., dan R. Agus Gunawan Cakradinata. Rangkaian sambutan turut diisi oleh Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya, dilanjutkan doa yang dipimpin Ketua MUI Kabupaten Ciamis.
Gelar Pusaka dan Ngabralkeun
Prosesi inti berupa Gelar Pusaka atau Ngabersihan Pusaka berlangsung sejak pukul 09.45 hingga 11.15 WIB, diiringi lantunan sholawat oleh petugas panitia — momen yang menjadi puncak kesakralan upacara ini. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan prosesi Ngabralkeun, yakni mengembalikan pusaka ke Bumi Alit yang dikawal langsung oleh panitia bersama anggota Polsek Panjalu, sebelum diakhiri sesi ramah tamah dan pelaksanaan salat Zuhur berjamaah.
Kehadiran Tamu VVIP dari Berbagai Kalangan
Tradisi Nyangku 2026 ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting lintas sektor, mulai dari kalangan militer seperti Letkol Tek Deni Kurniawan, S.T., M.Han., Brigjen Heri, hingga Brigjen Purn. Abah Anton Charliyan. Dari unsur kepolisian, hadir Kombes Pol (Purn) Nurfalah, S.H., beserta Kapolres Ciamis. Turut hadir pula tokoh agama seperti KH. Diding Badrudin Zaenal Arifin, Drs. H. Yuyuh Zaenal Arifin, dan KH. Saeful Uyun, serta sejumlah tokoh masyarakat lainnya.
Kehadiran Bupati Ciamis, Dandim Ciamis, Kepala Disparbud Kabupaten Ciamis, Ketua BPK Provinsi, hingga perwakilan Kejaksaan Negeri Ciamis semakin menegaskan bahwa Nyangku bukan sekadar tradisi lokal, melainkan warisan budaya yang mendapat perhatian dan dukungan penuh dari berbagai institusi pemerintahan dan penegak hukum.
Pengamanan Lintas Sektor demi Kelancaran Tradisi
Mengingat besarnya skala acara serta banyaknya tamu penting yang hadir, pengamanan dikerahkan secara maksimal melibatkan Kabag Ops, Kasat LK, Kasat Lantas, dan Kasat Sabhara Polres Ciamis, didukung Kapolsek dari empat wilayah — Cikoneng, Cihaurbeuti, Panumbangan, dan Panjalu — beserta jajaran BKO Polres Ciamis dan Rayon 1. Koordinasi erat juga dijalin dengan Panitia Yayasan Borosngora Panjalu, pemerintah Kecamatan Panjalu, serta Pemerintah Desa Panjalu.
Nilai Historis dan Kultural yang Terus Dijaga
Upacara Nyangku sendiri merupakan tradisi tahunan masyarakat Panjalu yang secara turun-temurun menjaga dan merawat pusaka peninggalan leluhur, khususnya Pedang Zulfikar yang diyakini memiliki nilai sejarah tinggi bagi Kerajaan Panjalu di masa lampau. Tradisi ini tidak hanya menjadi ritual pembersihan pusaka semata, tetapi juga sarana pelestarian identitas budaya Sunda, khususnya sejarah Kerajaan Panjalu yang menjadi salah satu kekayaan budaya penting Kabupaten Ciamis.
Selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polsek Panjalu tercatat aman, tertib, dan kondusif hingga acara usai.
KH Zaenal Arifin, Ponpes Miftahul Huda 27 Cipeteuy, Cimaragas, taqziah, Kapolsek Cimaragas, duka cita, Kabupaten...
Ratusan warga dan tokoh agama di Cidolog, Ciamis gelar Sholat Istisqo minta hujan di tengah...
"RT dan RW merupakan garda terdepan pelayanan publik yang perannya sangat vital dalam menjaga kerukunan...