5 Hektare Kebun Warga Ludes Terbakar di Pamarican, Begini Perjuangan Warga dan Petugas Padamkan Api
Kebakaran landa kebun warga seluas 5 hektare di Pamarican, Ciamis. Warga, TNI-Polri, dan relawan berhasil...
CIAMIS — Kemarau panjang 2026 tidak hanya membuat sumur warga kering. Lahan kebun, rumpun bambu, hingga kawasan hutan di Kabupaten Ciamis berulang kali terbakar. Faktahangat.com mencatat sedikitnya 12 kebakaran lahan skala kecil hingga menengah antara 27 Agustus dan 16 September 2026, dengan total luas lebih dari 9 hektare. Yang paling mencolok: setengahnya diduga berawal dari membakar sampah.
| Tanggal | Lokasi | Luas | Dugaan penyebab |
|---|---|---|---|
| 27 Agustus | Desa Pasirtamiang, Cihaurbeuti | ±1 hektare | Belum diketahui |
| 28 Agustus | Hutan Perhutani, Desa Mandalare, Panjalu | ±1 hektare | Aktivitas pemburu madu hutan |
| 28 Agustus | Dusun Girimulya, Desa Neglasari, Pamarican | ±2 hektare | Rembetan sisa pembakaran lahan lain |
| 30 Agustus | Dusun Sukamaju, Desa Sukajadi, Pamarican | ±1,5 hektare | Rembetan sisa pembakaran, diperparah angin kencang |
| 30 Agustus | Desa Kadupandak, Tambaksari | 1.400 m² | Membakar sampah |
| 30 Agustus | Tanah bengkok Desa Bayasari, Jatinagara | 2.625 m² | Remaja membakar sampah |
| 1 September | Desa Kaunglarang, Rancah | 1.400 m² | Membakar sampah kebun |
| 1 September | Desa Sumberjaya, Cihaurbeuti | ±1.000 m² | Diduga membakar sampah |
| 1 September | Dusun Sukapura, Desa Cikaso, Banjaranyar | ±1 hektare | Masih diselidiki |
| 5 September | Dusun Cibitung, Desa Sukasari, Tambaksari | 4.200 m² | Membakar sampah dekat sawah |
| 15 September | Hutan jati Perhutani, Girimulya, Pamarican | 1,5 hektare | Belum diketahui |
| 16 September | Dusun Pasungsari, Desa Sidarahayu, Purwadadi | ±1.400 m² (100 bata) | Membakar sampah |
Jumlah itu belum termasuk kebakaran besar di kawasan hutan Perhutani, seperti 8 hektare di Cisaga dan 6 hektare di Pamarican. Jika digabungkan, lahan dan hutan yang terbakar sepanjang periode ini melebihi 23 hektare.
Dari 12 kejadian di atas, enam diduga bermula dari membakar sampah. Dua lainnya berasal dari sisa pembakaran lahan yang belum benar-benar padam, lalu merambat ke kebun tetangga. Polanya hampir selalu sama: api kecil dibiarkan, rumput dan daun bambu yang kering menjadi bahan bakar, lalu angin kencang membuat api membesar dalam hitungan menit.
Kecamatan Pamarican mencatat kejadian terbanyak dengan tiga kebakaran, disusul Cihaurbeuti dan Tambaksari masing-masing dua kejadian. Rumpun bambu muncul berkali-kali sebagai lahan yang terbakar karena daunnya yang kering sangat mudah tersulut.
Ancaman ini sebenarnya sudah diantisipasi. Pada 24 Agustus 2026, KPH Ciamis menggelar Apel Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan di Lapangan Desa Sukahurip, Pamarican. Apel yang dipimpin Administratur KPH Ciamis Taopik Hidayat itu melibatkan Camat Pamarican, Kapolsek, Danramil, BPBD, Tagana, Damkar Pos Banjarsari, polisi hutan, relawan, hingga karang taruna.
Di lapangan, pemadaman umumnya melibatkan Damkar WMK Banjarsari dan WMK Rancah, anggota Polsek, Koramil, petugas Perhutani, serta warga. Sebagian lokasi, terutama di kawasan hutan, hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki sehingga api harus dipadamkan secara manual.
Membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar dilarang oleh Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Selain merugikan pemilik lahan lain, kebakaran juga mengancam permukiman, seperti yang sempat dikhawatirkan warga Sukamaju saat api membesar karena angin.
Selama kemarau belum berakhir, risiko kebakaran lahan di Ciamis masih tinggi. Faktahangat.com akan terus memantau dan melaporkan kejadian berikutnya.
Kebakaran landa kebun warga seluas 5 hektare di Pamarican, Ciamis. Warga, TNI-Polri, dan relawan berhasil...
Dua sepeda motor tabrakan di Jalan Raya Kawali, Ciamis. Seorang pelajar alami luka berat di...
Toko bangunan di Cipaku, Ciamis dibobol maling dini hari. Puluhan dus keramik dan genset diangkut...