Rabu, 7 Oktober 2026 Redaksi Pedoman Media Siber Kontak
#Topik: Pilkades 2026 Kekeringan Karhutla Stunting Miras Ilegal

Setengahnya Gara-gara Bakar Sampah! 12 Kebakaran Lahan Landa Ciamis dalam Tiga Pekan, Kecamatan Mana Paling Rawan?

Terbit: 25 September 2026 Penulis: Redaksi Fakta Hangat Kategori: Hukum & Kriminal

CIAMIS — Kemarau panjang 2026 tidak hanya membuat sumur warga kering. Lahan kebun, rumpun bambu, hingga kawasan hutan di Kabupaten Ciamis berulang kali terbakar. Faktahangat.com mencatat sedikitnya 12 kebakaran lahan skala kecil hingga menengah antara 27 Agustus dan 16 September 2026, dengan total luas lebih dari 9 hektare. Yang paling mencolok: setengahnya diduga berawal dari membakar sampah.

Daftar Kebakaran Lahan yang Tercatat

TanggalLokasiLuasDugaan penyebab
27 AgustusDesa Pasirtamiang, Cihaurbeuti±1 hektareBelum diketahui
28 AgustusHutan Perhutani, Desa Mandalare, Panjalu±1 hektareAktivitas pemburu madu hutan
28 AgustusDusun Girimulya, Desa Neglasari, Pamarican±2 hektareRembetan sisa pembakaran lahan lain
30 AgustusDusun Sukamaju, Desa Sukajadi, Pamarican±1,5 hektareRembetan sisa pembakaran, diperparah angin kencang
30 AgustusDesa Kadupandak, Tambaksari1.400 m²Membakar sampah
30 AgustusTanah bengkok Desa Bayasari, Jatinagara2.625 m²Remaja membakar sampah
1 SeptemberDesa Kaunglarang, Rancah1.400 m²Membakar sampah kebun
1 SeptemberDesa Sumberjaya, Cihaurbeuti±1.000 m²Diduga membakar sampah
1 SeptemberDusun Sukapura, Desa Cikaso, Banjaranyar±1 hektareMasih diselidiki
5 SeptemberDusun Cibitung, Desa Sukasari, Tambaksari4.200 m²Membakar sampah dekat sawah
15 SeptemberHutan jati Perhutani, Girimulya, Pamarican1,5 hektareBelum diketahui
16 SeptemberDusun Pasungsari, Desa Sidarahayu, Purwadadi±1.400 m² (100 bata)Membakar sampah

Jumlah itu belum termasuk kebakaran besar di kawasan hutan Perhutani, seperti 8 hektare di Cisaga dan 6 hektare di Pamarican. Jika digabungkan, lahan dan hutan yang terbakar sepanjang periode ini melebihi 23 hektare.

Pola yang Terus Berulang

Dari 12 kejadian di atas, enam diduga bermula dari membakar sampah. Dua lainnya berasal dari sisa pembakaran lahan yang belum benar-benar padam, lalu merambat ke kebun tetangga. Polanya hampir selalu sama: api kecil dibiarkan, rumput dan daun bambu yang kering menjadi bahan bakar, lalu angin kencang membuat api membesar dalam hitungan menit.

Kecamatan Pamarican mencatat kejadian terbanyak dengan tiga kebakaran, disusul Cihaurbeuti dan Tambaksari masing-masing dua kejadian. Rumpun bambu muncul berkali-kali sebagai lahan yang terbakar karena daunnya yang kering sangat mudah tersulut.

Siaga Sejak Awal Kemarau

Ancaman ini sebenarnya sudah diantisipasi. Pada 24 Agustus 2026, KPH Ciamis menggelar Apel Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan di Lapangan Desa Sukahurip, Pamarican. Apel yang dipimpin Administratur KPH Ciamis Taopik Hidayat itu melibatkan Camat Pamarican, Kapolsek, Danramil, BPBD, Tagana, Damkar Pos Banjarsari, polisi hutan, relawan, hingga karang taruna.

Di lapangan, pemadaman umumnya melibatkan Damkar WMK Banjarsari dan WMK Rancah, anggota Polsek, Koramil, petugas Perhutani, serta warga. Sebagian lokasi, terutama di kawasan hutan, hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki sehingga api harus dipadamkan secara manual.

Membakar Lahan Bisa Berujung Pidana

Membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar dilarang oleh Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Selain merugikan pemilik lahan lain, kebakaran juga mengancam permukiman, seperti yang sempat dikhawatirkan warga Sukamaju saat api membesar karena angin.

Cara Mencegah Kebakaran Lahan Saat Kemarau

  • Jangan membakar sampah di dekat kebun, rumpun bambu, atau rumput kering, terutama saat siang terik dan berangin.
  • Jika terpaksa membakar, awasi sampai api benar-benar padam, lalu siram bara yang tersisa.
  • Bersihkan rumput dan daun kering di sekitar rumah dan batas kebun sebagai sekat bakar.
  • Jangan membuang puntung rokok sembarangan di kebun atau kawasan hutan.
  • Segera laporkan asap atau api kepada Damkar, polsek, atau perangkat desa terdekat. Semakin cepat dilaporkan, semakin kecil lahan yang terbakar.

Selama kemarau belum berakhir, risiko kebakaran lahan di Ciamis masih tinggi. Faktahangat.com akan terus memantau dan melaporkan kejadian berikutnya.

Berita Terkait