Rabu, 7 Oktober 2026 Redaksi Pedoman Media Siber Kontak
#Topik: Pilkades 2026 Kekeringan Karhutla Stunting Miras Ilegal

Dari Makam Leluhur hingga Masjid Agung: Begini Semarak Maulid Nabi 1448 H di Pelosok Ciamis

Terbit: 25 September 2026 Penulis: Redaksi Fakta Hangat Kategori: Sosial Budaya

CIAMIS — Bulan Rabiul Awal, atau yang akrab disebut bulan Mulud oleh masyarakat Sunda, selalu disambut meriah di Kabupaten Ciamis. Sepanjang akhir Agustus 2026, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah digelar di berbagai tempat: dari musala kampung, madrasah, area makam leluhur, hingga masjid agung tingkat kecamatan. Bentuknya beragam, tetapi pesannya sama, yaitu meneladani akhlak Rasulullah SAW dan mempererat silaturahmi antarwarga.

Tujuh Peringatan Maulid yang Dipantau Redaksi

WaktuLokasiBentuk kegiatanPengisi acara
24 Agustus, malamPonpes Hidayatul Ulum, Desa Margaluyu, CikonengTabligh akbarUstadzah Imas (Tasikmalaya)
24 Agustus, malamMusala Ceger, Dusun Lenggorsari, Desa Gunungcupu, SindangkasihTawasul dan pembacaan barjanjiTokoh agama setempat
25 Agustus, pagiMadrasah Dusun Subang, Desa Gunungcupu, SindangkasihTausiahUstadz Dede Fachrul
28 Agustus, pagiArea Makam Pasarean, Dusun Majaganda, Desa Gegempalan, CikonengTawasul dan doa bersamaUlama setempat
28 Agustus, malamGOR Desa Karangkamulyan, CijeungjingMaulid tingkat desa sekaligus penutupan KKN UIDK.H. Dr. Fadlil Yani Ainusyamsi
28 Agustus, malamDesa Margaluyu, CikonengPengajian bulananKH. Abdul Rosyid dan Habib Fadel bin Isa Al Kaf
31 Agustus, pagiMasjid Agung Pamarican (DKM Baituz Dzikri)Tabligh akbar tingkat kecamatanKH. Saeful Uzun, Ketua MUI Kabupaten Ciamis

Tradisi Barjanji dan Tawasul yang Tetap Hidup

Di tingkat kampung, peringatan Maulid masih kental dengan tradisi. Warga Dusun Lenggorsari, Desa Gunungcupu, berkumpul di halaman Musala Ceger untuk bertawasul dan membaca barjanji, kitab syair riwayat kelahiran Nabi yang sudah turun-temurun dibaca setiap bulan Mulud. Keesokan harinya, warga Dusun Subang di desa yang sama menggelar peringatan di madrasah dengan tausiah tentang keteladanan Nabi dalam kehidupan sehari-hari.

Suasana berbeda terasa di Desa Gegempalan, Kecamatan Cikoneng. Warga memperingati Maulid di area Makam Pasarean, Dusun Majaganda, dengan tawasul dan doa bersama. Tradisi seperti ini memadukan penghormatan kepada Rasulullah dengan ziarah kepada para leluhur dan tokoh agama yang dimakamkan di sana.

Dari Penutupan KKN hingga Tabligh Akbar Kecamatan

Di Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing, peringatan Maulid tingkat desa digabung dengan malam penutupan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Islam Darussalam (UID) Ciamis. GOR desa dipadati warga yang ingin menyaksikan penampilan Nada dan Dakwah dari Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Ciamis, K.H. Dr. Fadlil Yani Ainusyamsi.

Skala terbesar terlihat di Kecamatan Pamarican. Pada 31 Agustus, halaman Masjid Agung Pamarican dipadati jemaah yang mengikuti Tabligh Akbar tingkat kecamatan dengan tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW untuk Pribadi yang Unggul dan Masyarakat yang Bermartabat”. Tausiah disampaikan Ketua MUI Kabupaten Ciamis, KH. Saeful Uzun, di hadapan camat, kapolsek, danramil, seluruh kepala desa se-Kecamatan Pamarican, serta jajaran MUI dan Muslimat NU.

Peringatan serupa juga digelar dalam skala besar di tempat lain. Ribuan jemaah menghadiri Maulid di Masjid Al Madani Cijeungjing, sementara Majelis Dzikir Mambaussuluk Buniseuri menggelar kirab Maulid bertema “Merawat Sanad, Jalankan Uswah Hasanah”.

Aman dan Kondusif

Di hampir seluruh lokasi, kegiatan turut dihadiri kepala desa, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa setempat. Kehadiran unsur pemerintahan desa dan keamanan ini menjadi bagian dari pengamanan sekaligus bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan warga. Seluruh peringatan yang dipantau redaksi berlangsung aman, lancar, dan kondusif.

Makna yang Dibawa Pulang

Dari musala kecil hingga masjid agung, peringatan Maulid di Ciamis menunjukkan satu hal: tradisi keagamaan masih menjadi perekat kuat kehidupan warga desa. Di tengah kemarau panjang dan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, momen seperti ini menjadi ruang untuk berkumpul, saling menguatkan, dan kembali meneladani akhlak Rasulullah SAW.

Berita Terkait