Kamis, 8 Oktober 2026 Redaksi Pedoman Media Siber Kontak
#Topik: Pilkades 2026 Kekeringan Karhutla Stunting Miras Ilegal

Tiga Jembatan Perintis Garuda Diresmikan dalam Sehari di Ciamis: Warga Tak Perlu Lagi Memutar Jauh?

Terbit: 25 September 2026 Penulis: Redaksi Fakta Hangat Kategori: Daerah

CIAMIS — Jumat, 28 Agustus 2026, menjadi hari yang ditunggu warga di tiga wilayah Kabupaten Ciamis. Pada hari yang sama, tiga Jembatan Perintis Garuda diresmikan hampir bersamaan: di Desa Bunter (Sukadana), di atas Sungai Cimuntur penghubung Kertabumi (Cijeungjing) dan Danasari (Cisaga), serta di Desa Sidaharja. Jembatan-jembatan ini dibangun lewat program nasional yang melibatkan TNI, khususnya jajaran Kodim 0613 Ciamis.

Tiga Jembatan, Tiga Cerita

LokasiMenghubungkanKeterangan
Dusun Cibangban, Desa Bunter, SukadanaDusun Cibangban dan Dusun CisadapJembatan gantung 30 meter di atas Sungai Cirende
Dusun Sukamulya, Desa Kertabumi, CijeungjingDesa Kertabumi (Cijeungjing) dan Desa Danasari (Cisaga)Dibangun ulang di atas Sungai Cimuntur menggantikan jembatan lama yang rusak
Dusun Sidaharja, Desa SidaharjaPermukiman warga Sidaharja dan desa sekitarDiresmikan dengan upacara bersama Sekda dan Dandim 0613 Ciamis

Bunter: Tak Perlu Lagi Memutar atau Menyeberang Sungai

Di Desa Bunter, Kecamatan Sukadana, jembatan gantung sepanjang 30 meter kini membentang di atas Sungai Cirende. Sebelumnya, warga Dusun Cibangban dan Dusun Cisadap harus menempuh jalan yang lebih jauh atau mengambil risiko menyeberangi sungai. Peresmian pukul 08.30 WIB dihadiri Kapolsek Sukadana IPTU H. Dayat Hidayat, perwakilan Dandim 0613 melalui Danramil 1311 Rajadesa, Camat Sukadana, Kepala Desa Bunter, serta tokoh agama dan warga.

Cimuntur: Dua Desa Beda Kecamatan Kembali Tersambung

Jembatan di atas Sungai Cimuntur punya arti khusus karena menghubungkan dua desa dari kecamatan berbeda, yakni Desa Kertabumi (Cijeungjing) dan Desa Danasari (Cisaga). Jembatan lama yang rusak sempat membuat akses antarwarga terputus. Setelah diperbaiki dan dibangun ulang oleh Kodim 0613 Ciamis, jembatan ini diresmikan di Dusun Sukamulya dengan dipimpin Danramil Cijeungjing Kapten Inf. Agus Kristiatmojo, bersama Camat Cijeungjing, Kapolsek Cijeungjing, dan kepala desa dari kedua desa.

Sidaharja: Diresmikan dengan Prosesi Kenegaraan

Peresmian paling meriah berlangsung di Desa Sidaharja. Bupati Ciamis diwakili Sekretaris Daerah Dr. H. Andang Firman Triyadi, bersama Dandim 0613 Ciamis Letkol Inf. Antonius Ari Widiono, perwakilan Kapolres dan Kejaksaan Negeri Ciamis, camat, danramil, serta kepala desa setempat. Prosesi diawali lagu Indonesia Raya, dilanjutkan penandatanganan Berita Acara Hasil Pembangunan Jembatan oleh Dandim dan Kepala Desa Sidaharja, lalu ditutup dengan lagu Bagimu Negeri dan doa bersama.

Mengapa Jembatan Kecil Ini Penting?

Bagi warga pelosok, jembatan sepanjang puluhan meter bisa mengubah banyak hal. Anak-anak bisa berangkat sekolah lebih cepat dan aman, petani lebih mudah membawa hasil panen ke pasar, dan warga tidak perlu lagi mempertaruhkan keselamatan saat sungai meluap di musim hujan. Akses yang lebih dekat juga membuat layanan kesehatan dan pemerintahan desa lebih mudah dijangkau.

Tantangan berikutnya adalah perawatan. Jembatan gantung dan jembatan perintis membutuhkan pemeriksaan rutin, terutama pada tali baja, lantai, dan pondasi, agar tetap aman dilalui bertahun-tahun ke depan. Keterlibatan pemerintah desa dan warga dalam merawatnya akan menentukan seberapa lama manfaat jembatan ini bisa dirasakan.

Faktahangat.com akan terus memantau pembangunan infrastruktur desa di Kabupaten Ciamis, termasuk kondisi jembatan-jembatan ini setelah digunakan warga.

Berita Terkait